Survei Alvara: Prabowo Tegas, Jokowi Merakyat

Jakarta- Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali menyatakan, secara umum, tingkat popularitas masing-masing tokoh yang menjadi capres dan cawapres sudah cukup tinggi, dengan angka popularitas diatas 90%.

"Mayoritas pemilih sudah mengenal capres yang bertarung di Pemilu 2019. Selain itu popularitas cawapres juga semakin mengalami kenaikan” ujar Hasanuddin Ali, dalam siaran tertulis yang diterima SP, di Jakarta, Selasa (6/11).

Hasanuddin mengatakan, menurut persepsi masyarakat, masing-masing kandidat memiliki citra yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Prabowo Subianto memiliki citra tegas dan berwibawa. Joko Widodo memiliki citra tokoh pekerja keras, merakyat, dan program nyata. Untuk Cawapres, Sandiaga Uno dan memiliki citra memahami masalah ekonomi, memiliki ide kreatif sedangkan KH Ma’ruf Amin memiliki citra tokoh religius," katanya.

Dalam survei ini Alvara juga mengukur bagaimana publik menilai masing-masing kandidat dalam mendekati pemilih Milenial melalui 5 Indikator yaitu Practicality, Authenticity, Novelty, Interactivity, dan Creativity [PANIC].

Practicality, kandidat menggunakan bahasa yang konkrit, membumi dan terukur, Joko Widodo (62,4%) lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto (45%), sementara Sandiaga Uno mendapat indeks 44,7% dan KH Ma’ruf Amin 33,7%.

Authenticity, kandidat tampil apa adanya, dan pencitraan tidak berlebihan, Joko Widodo unggul dengan nilai sebesar 87% disusul kemudian oleh KH Ma’ruf Amin sebesar 67,9%, Sandiaga Uno mendapatkan nilai sebesar 57,5% dan Prabowo Subianto sebesar 52,9%.

Novelty, kandidat memiliki ide dan gagasan baru, Joko Widodo dan Sandiaga Uno bersaing ketat dengan sama-sama mendapatkan nilai sebesar 60,8%, diikuti oleh Prabowo Subianto (54,5%) dan KH Ma’ruf Amin (40,6%).

Interactivity, komunikasi kandidat lebih interaktif, tidak sekedar komunikasi satu arah. Joko Widodo unggul dengan nilai 60,3%, diikuti oleh Sandiaga Uno (58,9%), Prabowo (50%) dan KH Ma’ruf Amin (38,6%).

Creativity, kandidat menggunakan cara-cara kreatif dalam berkomunikasi dengan pemilih,

Sandiaga Uno unggul dengan nilai 62%), disusul oleh Joko Widodo (59,8%), Prabowo (50,2%) dan KH Ma’ruf Amin (34,3%)

“Dengan demikian Joko Widodo unggul dalam authenticity dan practicality, sementara Sandiaga Uno unggul di creativity, keduanya bersaing ketat dalam indikator novelty dan interactivity”, ujar Hasanuddin Ali.

Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mengalami kenaikan sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami penurunan dan undecided voters sedikit naik dibanding survei Agustus 2018.

Pada survei bulan Oktober, pada pertanyaan jika pilpres diadakan hari ini maka didapatkan “Elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin sebesar 54,1% mengalami kenaikan 0,5% dibanding survei Agustus 2018, sedangkan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sebesar 33,9% yang justru menurun 1,3% dibanding Agustus 2018, sementara undecided voters menjadi 12%,“ terang Hasanuddin Ali.

Bila dilihat dari soliditas pemilih, yaitu pemilih yang tidak mungkin berubah. Pemilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin, 55% menyatakan tidak akan merubah pilihannya, sedangkan pemilih Prabowo- Sandiaga, 57,7% menyatakan tidak akan merubah pilihannya.

Dari sisi elektabilitas yang dilihat dari sisi geografis, Hasanuddin mengatakan “Pemilih di Jawa dan Sumatera akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di pemilu presiden 2019.

"Pasangan Joko Widodo - KH. Ma’ruf Amin unggul di hampir semua wilayah, kecuali di Sumatera, " katanya.

Di Sumatera, Prabowo-Sandi unggul (44,6%) dibanding Jokowi-Ma’ruf (40%), belum memutuskan (15,4%). Di Jawa, Jokowi-Ma’ruf unggul (59,1%) dibanding Prabowo-Sandi (29,2%), belum memutuskan (11,7%).

Di Bali Nusra, Jokowi-Ma’ruf unggul (57%) dibanding Prabowo-Sandi (39%), belum memutuskan (4%). Di Kalimantan, Jokowi-Ma’ruf unggul (50,9%) dibanding Prabowo-Sandi (43,6%), belum memutuskan (5,5%) dan di Maluku Papua, Jokowi-Ma’ruf unggul (77,8%) dibanding Prabowo- Sandi (20%), belum memutuskan (2,2%). Sedangkan di Sulawesi, Jokowi-Ma’ruf unggul (49,1%) dibanding Prabowo-Sandi (30%), belum memutuskan (20,9%).

Keunggulan Jokowi-Ma’ruf juga terlihat pada semua generasi. Pemilih Gen Z (usia 17-21 tahun), Jokowi–Ma’ruf unggul (47,9%) dibanding Prabowo–Sandiaga (36%), belum memutuskan (16,2%).

Pemilih Milennial (usia 22 - 37 tahun), Jokowi–Ma’ruf unggul (53,6%) dibanding Prabowo–Sandiaga (34,5%), belum memutuskan (11,9%). Pemilih Gen X (usia 38 - 53 tahun), Jokowi–Ma’ruf unggul (57,5%) dibanding Prabowo–Sandiaga (33%), belum memutuskan (9,5%).

Pemilih Baby Boomers (usia lebih 53 tahun), Jokowi–Ma’ruf unggul (57,5%) dibanding Prabowo–Sandiaga (30,4%), belum memutuskan (12,1%).

"Dari hasil ini, “Pertarungan ketat akan terjadi dalam memperebutkan pemilih muda, Gen Z dan Milenial, karena selisih elektabilitas dua pasangan ini belum mencapai 20% dibandingkan di Generasi yang lebih tua”. Ujar Hasanuddin Ali.

Alvara Research Center menggelar survei nasional pada 8-22 Oktober 2018.

Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh 33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk, Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa bumi di Palu dan sekitarnya. Rentangmargin  of error sebesar 2,37% dengan tingkat kepercayaan 95%. 

Source : http://www.beritasatu.com/politik/520832-survei-alvara-prabowo-tegas-jokowi-merakyat.html

762
Survei Alvara: Prabowo Tegas, Jokowi Merakyat

Source:Tempo

Survei Alvara: Prabowo Tegas, Jokowi Merakyat

Survei Alvara: Prabowo Tegas, Jokowi Merakyat

Source:MSN

Survei Alvara: Prabowo Tegas, Jokowi Merakyat