Sindiran \'Politik Genderuwo\' Jokowi Diduga Ditujukan Ke Prabowo

AKURAT.CO,  Pernyataan Presiden Jokowi soal 'politik genderuwo' dinilai sebagai pernyataan simbolik yang ditujukan kepada semua orang, termasuk calon pemimpin yang sering mengeluarkan narasi kebohongan, kebencian dan ketakutan.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasioanal (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa ungkapan Jokowi terkait 'politik genderuwo' untuk melawan narasi politik kebohongan yang kerap kali dilakukan oleh kubu Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

"Kampanyenya selalu membangun narasi-narasi propaganda, tentang ketakutan, tentang kegalauan di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/11).

baca juga:
  • TKN Jokowi-Ma'ruf Target Raih Suara 70 Persen di Jawa Timur "> TKN Jokowi-Ma'ruf Target Raih Suara 70 Persen di Jawa Timur
  • Sindir Sandiaga, Hasto: Jokowi Lahir dari Rahim Kepemimpinan Rakyat "> Sindir Sandiaga, Hasto: Jokowi Lahir dari Rahim Kepemimpinan Rakyat
  • PDIP Jatim Diminta Menangkan Pileg dan Pilpres dalam 1 Tarikan Nafas "> PDIP Jatim Diminta Menangkan Pileg dan Pilpres dalam 1 Tarikan Nafas

Karding menilai, Prabowo Subianto memang terlihat sering sekali melontarkan pesimisme, pernyataan yang menghasut dan propaganda terkait hal-hal yang menakutkan. Sehingga, rakyat menjadi dihantui sedemikian rupa oleh isu palsu, hoaks, fitnah dan nyinyir yang tujuannya adalah untuk menakut-nakuti rakyat.

"Menjadikan rakyat pada titik stres, galau dan menurunkan optimisme atau menjadikan rakyat semakin pesimis. Jadi kalau Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan yang agitator dan propagandis terkait hal-hal yang menakutkan. Mungkin, salah satu yang disebut, yang dimaksud salah satunya Pak Prabowo," ujarnya.

Lebih jauh, Karding mengatakan bahwa pesta 5 tahunan sekali yang akan dilaksanakan pada 2019 nanti harus memberikan kegembiraan dan ketenangan kepada masyarakat. Sehingga, buah dari pesta demokrasi itu dapat menjadikan masyarakat tenang, nyaman, bergembira dan senang hati mendapatkan pendidikan politik yang baik.

"Pak Joko Widodo ingin menyatakan kepada kita bahwa politik ini adalah proses demokrasi. Yang membutuhkan keterlibatan rakyat dalam prosesnya. Karena keterlibatan ini penting," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi kembali melontarkan dagelan dengan istilah 'politik genderuwo', setelah sebelumnya Jokowi juga mengeluarkan pernyataan 'politik sontoloyo' yang sempat mewarnai panasnya kontestasi Pilpres 2019.

Sindiran tersebut disampaikan oleh Jokowi untuk politisi yang kerap melakukan propaganda menakutkan dan memberikan kekhawatiran kepada masyarakat. Ucapan Jokowi itu disampaikannya saat berpidato dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).[]

Source : https://akurat.co/news/id-382973-read-sindiran-politik-genderuwo-jokowi-diduga-ditujukan-ke-prabowo

438