Pria Yang Menyerang Polsek Diduga Depresi, Psikolog: Agak Aneh

Jakarta - Seorang pria diamankan karena menyerang Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menduga dia melakukan hal tersebut lantaran depresi.

"Iya yang nyerang itu orang yang sedang depresi," ujar Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar, dikutip dari detikNews.

Baca juga: Penyerang Polsek Penjaringan Depresi karena Tak Sembuh Pasca-operasi

Menurut psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana, orang yang depresi biasanya tidak memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kriminal.

"Kalau depresi itu dia fokusnya ke diri sendiri, yang paling parah adalah bunuh diri. Misal dia melakukan tindak kriminal itu hal lain," ujarnya saat ditemui di Penang Bistro Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Vera menambahkan, mereka yang depresi akan kehilangan arah dan tidak lagi memiliki minat untuk mengurusi hal-hal lain, bahkan dirinya sendiri.

"Depresi itu kehilangan kemauan untuk hidup, nggak mau ngurusin yang lain bahkan dirinya sendiri. Menarik diri dari lingkungan, emosinya murung," jelas Vera.

Untuk kasus penyerangan tersebut, Vera mengatakan mungkin saja ada terdapat faktor lain yang memicu dia untuk melakukan tindakan di luar nalar.

"Kalau tiba-tiba menyerang itu pasti ada hal lain, tapi itu nggak bisa disebut depresi. Mungkin iya akan terpicu, tapi itu nggak nyambung ya agak aneh. Harus di teliti lagi," tutupnya.

Diberitakan detiknews, pelaku penyerangan mengaku depresi dan ingin bunuh diri. Namun ia tidak berani lalu menyerang polisi dengan harapan ditembak mati.

Baca juga: Penyerang Polsek Penjaringan Takut Bunuh Diri, Lalu Serang Polisi

(up/up)

Source : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4294471/pria-yang-menyerang-polsek-diduga-depresi-psikolog-agak-aneh

313