Pemprov NTT Promosi Pariwisata Lewat Tour Di Timor

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat gebrakan untuk promosi pariwisata melalui Tour di Timor. Untuk menyasar pasar wisatawan mancanegara, peluncuran Tour di Timor dilakukan di Bali.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTT Beni Wahon saat menggelar jumpa pers di Denpasar, Minggu (4/11/2018), mengatakan Tour di Timor bertujuan memperkenalkan destinasi wisata di Pulau Timor melalui wisata olahraga (sport tourism).

Para peserta akan bersepeda melintasi sejumah kabupaten sambil mengunjungi beberapa destinasi.

Baca juga: Atraksi Kebudayaan di PLBN Motaain Akan Tarik Wisatawan Timor Leste

"Berbeda dengan Tour de Flores yang mengedepankan race atau ada unsur lombanya, Tour di Timor lebih menekankan bersepda santai sambil tour jadi tidak mencari pemenang," kata Beni.

Tour di Timor berlangsung 4-8 Desember 2018. Titik start dimulai di Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Baca juga: Festival Cross Border di NTT untuk Menggaet Wisatawan Timor Leste

Diawali di depan kantor bupati Malaka peserta akan menuju Bendungan Roti Klod. Dari Malaka peserta akan bertolak ke Kabupaten Belu untuk mengunjungi pos lintas batas negara Motaain. Pos tersebut merupakan pos perbatasan antara Republik Indonesia dan Timor Leste.

Warga menggunakan jalan semen beton di sekitar areal Bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Warga menggunakan jalan semen beton di sekitar areal Bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).Di kabupaten ini peserta juga akan mengunjungi pantai pasir putih yang menjadi sumber inspirasi grup musik legendaris Koes Ploes menciptakan lagu Kolam Susu. Masih di Kabupaten yang sama juga terdapat Benteng Fulan Fehan dan Benteng Tujuh Lapis di Weluli dan merupakan peningggalan Portugis.

Baca juga: Dancer Timor Leste Tampil Memukau pada Festival Cross Border Atambua

Selanjutnya peserta akan bersepeda menuju ke Kabupaten Timor Tengah Utara untuk mengunjungi Tanjung Bastian, pantai Wini serta pariwisata budaya. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kabupten Timor Tengah Selatan untuk menikmati keindahan taman alam Gunung Mutis.

Setelah menikmati keindahan alam Gunung Mutis peserta bertolak ke Kabupaten Kupang menuju Gunung Satuleu sebelum mengakhiri tour di Kota Kupang. Total jarak yang ditempuh sejauh 386 kilometer.

"Jadi event ini menyasar mereka yang punya hobi bersepeda sambil menikmati alam pulau Timor kemudian menjadi corong untuk menyampaikan ke dunia luar bahwa di Pulau Timor ada destinasi pariwisata yang layak dikunjungi," ujar Beni.

Target peserta Tour di Timor 2018 adalah 100 orang dengan peioritas peserta warga negara asing. Untuk peralatan sepeda disiapkan sendiri oleh peserta sedangkan untuk akomodasi dan kebutuhan lain selama tour ditanggung oleh penyelenggara.

Kondisi aktual Jalan Sabuk Merah yang menghubungkan perbatasan Indonesia-Timor Leste.KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Kondisi aktual Jalan Sabuk Merah yang menghubungkan perbatasan Indonesia-Timor Leste.Panitia pelaksana, Henry Bulan dalam kesempatan yang sama mengatakan walau persiapan terbilang singkat, pihaknya siap menyukseskan Tour di Timor. Untuk keamanan selama tour peserta akan didanpung TNI-Polri di depan dan belakang rombongan peserta juga dikawal kendaraan dan mobil ambulance.

"Peserta akan didampingi oleh petugas dan nantinya akan dibagi ke dalam beberapa kelompok peserta. Masing-masing kelompok akan ditunjuk seorang kapten," ujar Henry.

Panitia membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta warga negara asing untuk ambil bagian. Bagi yang berminat dapat menghubungi panitia di nomor 082144238877 atas nama Igo Kleden dan di nomor 081905501919 atas nama Tance.

Source : https://travel.kompas.com/read/2018/11/05/112900927/pemprov-ntt-promosi-pariwisata-lewat-tour-di-timor

897